Sabtu, 12 Januari 2019

Love 2 Times -1-

LOVE 2 TIMES - 1 -

Berlin , Jerman  11 Jan 2019

​Pagi yang dingin membuat gadis cantik ini masih menenggelamkan dirinya di dalam selimut tebal. Jerman sedang dingin-dinginnya saat ini, karena setiap bulan Desember sampai Februari beberapa negara di bagian Jerman sampai minus loh suhunya!! Brrrr.. dan ada salju dimana mana.  Tak banyak aktifitas yang dilakukan saat musim dingin tiba, beberapa tempat diguyur salju, mungkin banyak manusia yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dengan ditemani penghangat untuk menghangatkan tubuh mereka. Bahkan banyak yang menghabiskan musim dingin ini bersama keluarga atau pun pasangan :) 

Berbeda dengan gadis ini, gadis ini senang dengan musim dingin di jerman sekarang, jika kebanyakan warga Jerman banyak yang memilih menghabiskan waktu di rumah, justru gadis ini selalu ingin bepergian disaat musim dingin. Kapan lagi bisa menikmati salju. Gadis ini selalu punya banyak rencana saat musim dingin tiba.

Tok tok tok ....
​Tok tok tok....

​"hmmm..." gumaman gadis ini dari balik selimut, lalu perempuan paruh baya berwajah bule masuk ke dalam kamar.

​"Good morning Ms. Al. I make breakfast for you and your brother. Get up and eat right away" Kata wanita baruh baya tersebut sambil meletakan beberapa nampan dengan gelas yang berisi beberapa air minum di meja samping tempat tidur, lalu dia menyalakan perapian untuk sedikit menghangatkan suhu dalam kamar.

​Gadis tadi masih terdiam, tak lama dia mengerjapkan matanya pelan, diliriknya jam di samping tempat tidur, gadis ini menggeliat dan duduk, terlihat masih sedikit mengantuk pada matanya. Cantik alaminya mulai terlihat, wajah cantik tanpa make up dengan balutan baju tidur hangat  dan tebal berwarna biru muda. Tubuhnya mulai beranjak dari tempat tidur dan meminum air putih yang dibawakan oleh  wanita baruh baya tadi, pipi putihnya sedikit memerah, mungkin karena suhu yang dingin, menambah kesan menggemaskan pada gadis ini. Mata coklatnya indah dan bulu mata lentik alami, hidung mungilnya yang mancung pun membuat orang yang melihatnya gemas. Bibir tipis merah muda yang menggoda.  Gadis berdagu tirus ini bukan dari keturunan bule. Namun wajahnya cukup membuat banyak orang betah untuk lebih memperhatikannya. 

Gadis ini berjalan ke meja rias, melihat dirinya yang ada di cermin, tangan nya mengusap pelan pada bagian wajah yang baru saja masih terlihat muka bantal. Diambil nya ikatan rambut di meja rias, diikatlah rambut hitam sebahu yg terurai indah itu. Gadis ini bernama Alyssa :)



​"You will leave for Indonesia today. Prepared." Ucap wanita ini mengingatkan pada Alyssa.

​"Mrs. Adel, I'm very lazy to go Indonesia, I want to stay here" Kata Alyssa melihat Mrs. Adel lewat pantulan cermin nya.

​"Your brother will still take you to Indonesia." Mrs Adel berkata sambil tersenyum, Alyssa melihat nya dari pantulan cermin, Alyssa membalikkan tubuhnya menghadap ke Mrs Adel. Mrs Adel melanjutkan membereskan tempat tidur Alyssa. Teringat semalam kakaknya mendadak mengatakan akan ke Indonesia hari ini. Alyssa sangat tidak ingin kemana mana. Dia sudah mengatakan bahwa dirinya tak ingin ikut, karena menurutnya saat ini di Jerman sedang indah indahnya saat musim dingin, tapi kakaknya tetap kekeuh meminta Alyysa untuk ikut. Ini bisnis kakaknya , urusan kakaknya , kenapa Alyssa harus selalu ikut dengan kakaknya ? Pikir Alyssa kesal

​"Kak Alvin egois." Gerutu Alyssa pelan yang tak di dengar Mrs Adel

 *****

            Hari ini Alyssa harus berangkat ke Indonesia, begitu kata kakaknya semalam, dan bukan pertama kalinya dia berkunjung ke Indonesia, beberapa kali dirinya ke Indonesia untuk urusan dan kepentingan sang kakak, sejak kakaknya terjun di dunia bisnis milik ayah mereka dan mengharuskan Alyssa beserta kakaknya bolak balik dari Jerman ke Indonesia. Sebenarnya Alyssa tak ingin ikut dengan kakaknya, dia malas jika harus membaur dan beradaptasi dengan sekolah yang baru lagi.  Alyssa keluar kamar setelah mandi dan membersihkan diri , dari balkon lanta atas dia melihat ke arah bawah , tempat meja makan berada, tidak ada kak Alvin, pikirnya. Alyssa berjalan menuju kamar sang kakak. Dari jauh terlihat pintu kamar Alvin yang terbuka. Alyssa melihat sang kakak sedang mempersiapkan keperluan pribadi. Alvin pun juga terlihat rapi,  sedangkan Alyssa yang masih memakai sweater berwarna pink dan celana panjang saja, tak memperlihatkan kalau akan pergi 

"Kalau nanti ujung-ujungnya kita pindah lagi, mending Al gak usah ikut kak Alvin" Alyssa berkata sambil bersandar di depan pintu kamar kakaknya. Terlihat Alvin sedang memasukkan beberapa kemeja ke dalam koper hitam yang ditaruhnya di atas kasur.  

Pria tampan berkharisma dengan kulit putih, mata yang sedikit sipit tapi terlihat tajam. Rambut hitamnya sedikit ia biarkan berdiri pada bagian depan, dan tubuh nya gagah yang menunjukkan bahwa pria ini giat ber-olah raga.  Pria 23 tahun ini sudah memiliki bisnis besar dari bisnis ayahnya. Karakter pria sibuk yang dingin, dan cuek. 

Alvin tak bicara sambil tetap melakukan aktivitasnya. Alvin tau ini memang bukan pertama kali adiknya harus ikut dengan dirinya kemanapun Alvin pergi, walaupun itu hanya sebentar, yang pasti Alyssa harus ikut. Beberapa kali Alvin berkunjung ke Singapore, Korea, Perancis, salah satunya juga ke Indonesia, dan Alyssa memang selalu ikut dengannya.


"Kak Alvin paling juga di Indonesia cuman 3 bulan,  kenapa Al harus disuruh ikut ke indonesia dan sekolah disana? terus nanti kita kembali lagi kesini, terus nanti Al disini home schooling lagi, males ah" gerutu Alyssa yang masih tak dihiraukan oleh sang kakak. Kebiasaan yang selalu Alyssa lakukan memang seperti ini, kakaknya kenapa tak membiarkan Alyssa tetap di Jerman saja? Pikirnya dalam hati. Toh juga Alvin pergi hanya beberapa bulan, kemudian kembali lagi ke Jerman. Masalahnya Alyssa mulai malas karena harus berpindah ke sekolah umum yang dipilihkan kakaknya setiap mereka ke negara yang mereka kunjungi, berbeda saat Alyssa berada di Jerman yang hanya home schooling saja. Mungkin dulu saat awal awal Alvin sering berkunjung ke berbagai negara membuat Alyssa senang karena Alyssa akan pergi traveling ke luar negeri, itu hal yang menyenangkan bagi Alyssa, tapi sekarang Alyssa lebih merasa jenuh saat harus ikut ke luar negeri, pasalnya sang kakak setiap berpindah ke luar negeri selalu mendaftarkan Alyssa di sekolah umum tempat negera yang dikunjungi. Menyebalkan.

Alvin menutup lemari besar yang ada di ujung kamar, dia berganti baju dengan kemeja warna biru gelap,  Alvin selalu terlihat rapi, dan tampan. Alvin menengok ke arah pintu , melihat adik kesayangannya yang masih merengek tak ingin ikut dengannya. Alvin melangkah mendekat ke Alyssa. Alvin sedikit mencubit pipi Alyssa. Terlihat Alyssa sedikit mengeluarkan ekspresi yang masih cemberut.


"Kamu harus ikut kakak" Kata Alvin datar sambil tetap melihat sang Adik, Alyssa mulai malas dan melangkah pergi dari kamar Alvin. Sudah tak bisa lagi dilawan jika alvin sudah berkata dan mengeluarkan expresi seperti ini. Alyssa kan selalu menuruti kakaknya sampai-sampai Alyssa merengek pun tak akan merubah keputusan sang kakak. Beberapa langkah Alyssa pergi, Alvin melangkah mengikuti sang adik berjalan ke arah kamar Alyssa, Alyssa masuk ke kamar, Alvin berhenti di depan pintu kamar dan bersandar di sana sambil melipat kedua tangannya di dada, menunggu apa yang akan dilakukan adiknya.


Alyssa membuka lemari pakaiannya mengeluarkan beberapa baju, mengambil koper lalu membukannya. Alyssa terhenti, koper ini terlalu besar, bukannya nanti di indonesia cuman sebentar?  pikirnya dalam hati, dikembalikan lagi koper besar itu ke tempat semula, dan diambil lagi koper lain yang dia pikir jauh lebih kecil. Dibuka lagi koper itu dan mulai memasukkan baju kedalamnya.


"Pakai yang besar Al." Suruh Alvin, Alyssa menegok dengan muka juteknya, masih kesal karena Alvin tak mengijinkannya tinggal


"Kita mau menetap disana." Kata Alvin lagi. Tubuh Alyssa langsung tegak dan terlihat syok. Apa kata kak Alvin barusan? Menetap? Pikir Alyssa, maksudnya pindah gitu? Alvin mendekat, mengambil lagi koper besar yang awal tadi Alyssa ambil, dia memindahkan baju Alyssa dari koper kecil ke koper besar. Alyssa masih diam.


            "Sebentar deh, maksud kak Alvin kita pindah ke Indonesia?" Tanya Alyssa yang penasaran, dan di respon dengan anggukan Alvin.

****
Alyssa dan Alvin sedang menikmati sarapan. Mereka sudah rapi akan meninggalkan rumah. Setelah ini hanya tersisa Mrs Adel dan beberapa pengawal yang menjaga rumah megah tersebut selama si pemiliknya berada di Indonesia. Mereka sudah 10 tahun tinggal di Jerman. Orang tua mereka berada di Belanda yang juga sibuk mengurus bisnis. Orang tua mereka juga sering datang ke Jerban sebulan sekali.
Apalagi Alyssa yang selalu menelpon Mommy nya agar sering-sering datang ke Jerman. 

"Mommy sama Pappy ikut ke Indonesia, kak ?" Tanya Alyssa sambil melahap roti selai 

"Gak" Jawab Alvin singkat yang juga masih sibuk makan

"Kata kak Alvin kita akan lama di Indonesia, sampai kapan?" Tanya Alyssa lagi yang masih penasaran

"Sampai yang kakak mau" Jawab Alvin cuek

Jawaban macam apa itu ? Pikir Alyssa dalam hati. 

"Kita flight jam 12 siang, jangan bawel dan jangan buat masalah." Tegas Alvin kepada Alyssa , karena Alvin tau Alyssa pasti akan banyak bertanya selama perjalanan nanti.

Mau tak mau akhirnya Alyssa tetap ikut dengan Alvin. Huh, aku akan menyia-nyiakan musim dingin ber salju saat ini. Pikirnya dalam hati. Diam diam juga Alyssa punya rencana akan bertemu dengan pria yang akan dikenalkan oleh Pricilia besok malam. Tapi nyatanya malah dirusak dengan rencana Alvin. Kesal...

Triiinggg... Triiinggg

Ponsel Alyssa berbunyi. Alyssa mengambil ponsel dari kantung jaketnya.





Pricilia mengirim pesan , mengingatkan bahwa mereka akan bertemu besok dan Pricilia sudah membuat janji dengan Steven, Laki laki yang akan dikenalkan dengan Alyssa

"Oh my God,  bagaimana ini ?" Keluh Alyssa

"Kenapa Al...??" Tanya Alvin

"Emm gapapa kak" Jawab Alyssa , tak mungkin Alyssa memberitahukan rencananya yang akan berkencan dengan Steven kepada Alvin, karena Alvin tak akan pernah mengizinkan. Dasar kakak jahat... tak pernah suka melihat adiknya senang, selalu dilarang. Padahal Alyssa sudah beranjak remaja, wajar jika ingin banyak berkenalan dengan lawan jenis.

Alyssa masih melihat ponselnya, jemari nya mulai mengetikkan pesan singkat untuk membalas pesan dari Pricilia. 



Alyssa berharap semoga Pricilia tak kecewa, dia juga berharap masih ada kesempatan untuk berkencan sekaligus berkenalan dengan Steven lain waktu. Sedih rasanya harus membatalkan janji dengan Pricilia ~salah satu teman Alyssa selama berada di Jerman~ Jangankan untuk menepati janji dengan Pricilia, untuk berpamitan saja rasanya tidak sempat karena Alvin memberi tau Alyssa rencana ke Indonesia juga sangat mendadak. 
'Maafin aku Pric..' Gumamnya dalam hati.

****
Bandar Udara Internasional Berlin-Schönefeld, Jerman, 11 Januari 2019

"Ray, gue sampai Indonesia mungkin jam 4 subuh besok, gue mau semua nya beres. Jangan sampai ada yang kurang. Ingat ya, ! Ok?." Alvin berbicara dengan nada memerintah kepada si penelpon, dan mengakhiri panggilannya.

Alyssa duduk sambil membaca novel. Alvin sedang sibuk menelpon beberapa pengawalnya yang berada di Indonesia untuk mempersiapkan keperluan saat mereka datang. Alvin ingin semua nya siap sesuai yang ia mau. Di indonesia mereka akan menetap lebih lama, tak tau sampai kapan, ini keinginan Alvin sejak beberapa bulan yang lalu setelah dia memantapkan diri untuk berada di Indonesia. Ada alasan tersendiri yang hanya Alvin yang tau.

Alvin melihat ke jam tangannya yang masih pukul 09.00, masih ada waktu 3jam untuk menunggu penerbangan, dan dia sudah mengurus semuanya dengan beberapa pengawalnya yang berada di Indonesia. Sikap pemimpin Alvin yang selalu disiplin dan selalu ingin semuanya berjalan sesuai yang ia inginkan

Alvin melihat adiknya yang sedari tadi diam.  Alyssa bersandar di sofa empuk ruang tunggu Bandara,  Alvin menghampiri dan duduk di sebelah Alyssa. Sesekali dia menepuk puncak kepala Alyssa dan tak berbicara apapun, dan sesekali mencubit pipi Alyssa. Ini kebiasaan yang dilakukan Alvin terhadap adik kesayangannya.  

"Nanti di Indonesia kamu harus sekolah yang bener ya Al." Avin membuka pembicaraan.

"Hmmm..." Alyssa hanya bergumam malas

"Dan ingat, jangan sampai kamu dekat dengan sembarang cowo disana" Ucap Alvin mulai mengatur

Alyssa duduk tegak menghadap ke arah Alvin, dirinya menghela nafas. Tak habis pikir dengan ucapan kakaknya baru saja. Belum reda rasa kesalnya terhadap Alvin yang mendadak pergi ke Indonesia. Sekarang malah mengatakan hal yang membuat Alyssa kembali kesal.

"Terserah kak Alvin aja lah, karena Alyssa mau gimana pun,  tetap kak Alvin bakal ngelarang Alyssa. Gak boleh ini gak boleh itu. Harus ini harus itu. Coba kalo ada Mommy, pasti mom bakal manjain Al. Gak kayak kak Alvin yang selalu over protective sama Al" Ucap Alyssa dengan nada kesal.
Alyssa membuang muka dari hadapan Alvin.

Alvin tersenyum tipis mendengar ucapan Alyssa barusan. 

"Ngambek..." Ucap Alvin menggoda

"I dont care!" Ketus Alyssa

Alyssa kesal dengan sikap Alvin, selalu egois, buat mood rusak dari semalam. Pikiran Alyssa menerawang, bagaimana nanti dengan nasib nya yang lagi lagi akan masuk ke sekolah yang baru.  Dirinya bukan tipe yang mudah bergaul dengan teman teman baru nya nanti. Alyssa terkesan tertutup pada keadaan seperti ini. Dia juga tak gampang diajak membaur dengan orang baru selain dengan orang terdekatnya saja. Kesal kenapa Alvin tak memberi Alyssa home schooling saja saat di Indonesia.

Triiing.....Triiinggggzzz...

Ponsel Alvin berbunyi.  Ada panggilan masuk dari ........ 

Alvin membelalak kaget melihat nama yang tertera pada ponselnya. Dia diam, tak ingin menjawab panggilan masuk tersebut. Kemudian hening, tak ada suara ponsel lagi. Beberapa detik ponsel Alvin kembali berbunyi. 

"Shiiittt." Umpat Alvin. 

Cukup lama ponsel Alvin terus berbunyi. Alyssa yang dari tadi masih asik membaca novel mulai terusik. 

"Berisik banget sih kak." Kesal Alyssa 

Kembali hening... sudah tak ada bunyi dering ponsel Alvin,  cukup lama dari sebelumnya,  Alvin menghela nafas lega. 

Alvin harus cepat-cepat ke Indonesia sebelum seseorang lain tau, karena Alvin pun merahasiakan kepergiannya ke Indonesia. Orang itu jangan sampai tau kalau Alvin sudah tak berada di Jerman lagi.

Triiing.....Triiinggggzzz... 

Alvin terjolak kaget. Ponselnya berbunyi lagi. Oh... bukan. Bukan ponsel Alvin, tapi ponsel Alyssa.
Syukurllah, pikir Alvin 

"Shilla ??." Alyssa bingung saat melihat ponselnya. 

"Ada apa dia telpon ? Ngga biasanya?"

Alvin seketika merebut ponsel Alyssa. Alyssa bingung, kenapa lagi dengan kakaknya ini ??  Alvin menekan tombol riject ponsel Alyssa .

"Kok dimatiin?." Tanya Alyssa bingung

Alvin tetep diam tak menjawab pertanyaan Alyssa. Lalu dia sibuk lagi dengan ponselnya.

"Hallo ray, gue mau flight sekarang. Gue gak mau nunggu flight sampai jam 12 , intinya gue mau sekarang. Cepat urus !!" Ucap Alvin dengan nada yang sedikit tinggi. 


"Al... jangan pernah terima telepon dari siapapun dan jangan balas pesan dari siapapun!! Ngerti ?!" Tegas Alvin memperingatkan.

Drrrttt... 
Email masuk dari Ray .. 

"Ayo Al, kita berangkat," Ajak Alvin beranjak

"Bukannya kita berangkat jam 12 kak ? Ini kan masih jam 9." Tanya Alyssa. Pantas saja dari tadi Alyssa heran. karena dari rumah harus cepat-cepat bersiap berangkat ke bandara pukul 8.30pagi, padahal Alvin mengatakan akan flight jam 12, nganggur di bandara selama 3 jam oh my god dan sekarang mendadak jam pernerbangan maju. Alyssa memperhatikan. Pasti ada yang gak beres , Pikir Alyssa dalam hati 

****

Alyssa dan Alvin sudah duduk di kursi punumpang pesawat. Alvin menghela nafas lega , akhirnya Ray bisa dengan cepat menyewa pesawat pribadi sesuai yang Alvin inginkan. 

10 menit lagi pesawat akan lepas landas. Alvin mengeluarkan ponselnya dari jas, bermaksud untuk menonaktifkan. Tak lama ada pesan masuk. 


Message : Shilla
Alvin, kita bicarakan ini baik-baik. Aku akan menjelaskan. Tolong jangan akhiri hubungan kita


BERSAMBUNG......



Yeyyyyy akhirnya selesai juga part 1 nya , gak ngerti lagi deh kenapa aku cuman ngeluarin karakter Alyssa sama Alvin doang disini ... karena lagi pengen sama mereka aja hehehe, tenang... nanti gantian aku keluarin tokoh lain yang gak kalah seru nya di part II

Tidak ada komentar:

Posting Komentar